Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia : Modal Sosial dan Kesuksesan Karir: Prospek Penelitian Manajemen Sumberdaya Manusia

lstilah modal sosial (social capital) pertama kali muncul dalam literatur di tahun 1916 disaat ada diskusi tentang upaya membangun pusat pernbelajaran masyarakat (Cohen dan Prusak. 2001). Konsep modal sosial menjadi wacana ilrniah dipelopori oleh Coleman (I 988), dan selanjutnya pembahasan tentang modal sosial semakin populcr setelah munculnya tulisan Putnam (1993) yang menggambarkan kualitas kehidupan masyarakat Amerika yang semakin menurun dalam hal kedekatan antar sesama warga.

Sejumlah penelitian tentang modal social dalam perspektif individu dalam organisasi yang ditransfonnasikan dengan disiplin ilmu perilaku organisasional dan manajemen sumberdaya manusia di antaranya yaitu Luthans, Hodgetts, & Rosenkrantz (1988) yang meneliti tentang manajer yang lebih sukses dan kwang sukses. Penelitian Luthan et al. tersebut menunjukkan bahwa dibandingkan dengan manajer yang kurang sukses, manajer yang lebih sukses menghabiskan lebih dari 70 persen waktunya dalam aktivitas networking dan 10 persen untuk aktivitas komunikasi rutin lainnya. Penelitian Peluchette dan Jeanquart (2000), mengkonsepsikan modal sosial sebagai jaringan mcntoring, melakukan invcstigasi variasi sumber mentor yang digunakan para professional tingkat awal, menengah, dan akhir terhadap kesuksesan karimya.

Penelitian Putnam (1993), menunjukkan bahwa modal sosial dalam benluk kepercayaan (trust,l yang tinggi mengurangi probabilitas dan mengurangi kebutuhan proses-proses pengawasan yang mahal, sehingga modal sosial mengurangi biaya transaksi. Fukuyama (1995) menemukan bahwa trust mendorong perilaku yang kooperatif sehingga memudahkan pengembangan bentuk-bentuk perkumpulan atau asosiasi baru organisasi inovatif.

Read More Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia

Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia : Analisis Pengaruh Faktor-faktor Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja peg&wai Kantor Bapeda Kabupaten Yapen Waropen 

Kualitas Sumber Daya Manusia yangdibutuhkan dapatterpenuhi dengan dilakukannya pengembangan yang mengarah kepada pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia. Sumber Daya Manusia (SDM) yang digunakan sebagai objek dalam penelitian ini adalah SDM Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA) Kabupaten Yapen Waropen, Karena perannya sangat menentukan, yaitu sebagai regulator, fasilitator dan dinamisator pembangunan. Oleh karena itu, untuk dapat meningkatkan kualitas agar mereka memiliki sikap dan perilaku pengabdian, kejujuran, tanggung jawab dan disiplin dalam memberikan pengayoman kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan nurani rakyat, maka “pembinaan SDM selama bekerja dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, baik bersifat manajerial, teknis fungsional maupun bersifat stmktural” (Setiono, 1997: 19).

Pola pembinaan pegawai juga diselaraskan dengan peningkatan kesejahteraan, karena keduanya saling berkaitan sebagai penentu keberhasilan pembinaan aparatur. Keberhasilan pembinaan aparatur ditentukan oleh kinerja yang dihasilkan pegawai dalam melaksanakan tugas yang dilakukannya. Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dapat diukur efektivitasnya dari kinerja yang dihasilkan oleh pegawai.

Penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory) yaitu, penelitian yang bemsaha menjelaskan hubungan kausal yang terjadi antara variabelvariabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dimmuskan. Lingkup penelitian ini adalah faktor-faktor Pengembangan Sumber Daya Manusia, berupa pendidikan, pelatihan dan pembinaan pegawai yang mempengaruhi kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di Kantor BAPEDA Kabupaten Yapen Waropen, yaitu sebanyak 3 1 orang responden.

Read More

Iklan